Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Januari 2013

Yang Tetap dan yang Berubah dalam UN 2013

Add caption
Standar kelulusan pada Ujian Nasional (UN) tahun ini tidak berubah dari ketentuan tahun lalu, yaitu nilai rata-rata UN minimal 5,5. Pola penghitungan nilai akhir juga tidak jauh berbeda.
"Siswa dinyatakan lulus UN jika nilai rata-rata dari semua nilai akhir paling rendah 5,5 dan nilai minimal per mata pelajarannya 4,0.
"Siswa dinyatakan lulus UN jika nilai rata-rata dari semua nilai akhir paling rendah 5,5 dan nilai minimal per mata pelajarannya 4,0.
"Ini berlaku untuk semua jenjang baik SD, SMP dan SMA. Kalau SMK ada nilai kompetensi keahlian kejuruan denga kriteria kelulusan minimal 6,0," jelas Khairil.
Khairil mengatakan bahwa meski nilai standar kelulusan untuk UN 2013 tidak mengalami perubahan yang signifikan, bukan berarti peserta didik bisa bersantai dan tidak mempersiapkan diri dengan baik.Khairil mengatakan bahwa meski nilai standar kelulusan untuk UN 2013 tidak mengalami perubahan yang signifikan, bukan berarti peserta didik bisa bersantai dan tidak mempersiapkan diri dengan baik. Pasalnya,hasil UN dan nilai akhir ini menjadi syarat wajib jika ingin mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SNMPTN) 2013.
sumber dari :http://edukasi.kompas.com

Deteksi wajah untuk prestasi siswa





SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 4 Solo, Jawa Tengah, mulai menerapkan penggunaan presensi siswa melalui deteksi wajah. Presensi ini juga digunakan untuk guru dan karyawan sekolah. Alat presensi yang disebut face detection ini memanfaatkan raut mata untuk mendeteksi pemilik identitas. ”Ada tiga rekaman sudut raut mata yang digunakan untuk dicocokkan dengan pemilik identitas saat masuk dan pulang sekolah,” kata Kepala SMPN 1 Solo, Sri Suwartinah, Rabu (30/1). Perangkat ini diberikan oleh Telkomsel sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). (EKI)
sumber dari : http://edukasi.kompas.com

Kuliah di Indonesia, Lalu Magang di Jerman


KOMPAS.com/Riana AfifahMahasiswa Swiss German University mempersembahkan Tari Saman saat acara SGU Goes to Europe di Usmar Ismail Hall, Rabu (22/1/2013), yang merupakan pelepasan bagi 252 mahasiswa yang akan berangkat magang.
JAKARTA, KOMPAS.com  Sebanyak 252 mahasiswa semester VI Swiss German University (SGU) kembali diberangkatkan untuk melakukan kerja magang di Jerman. Program kerja magang ini merupakan program wajib bagi semua mahasiswa SGU dan juga dijadikan sebagai salah satu syarat kelulusan.

Rektor SGU, Martin Loeffelholz, mengatakan bahwa semua mahasiswa SGU wajib menjalani kerja magang selama setahun. Enam bulan pertama dilakukan pada semester III dan berlokasi di Indonesia. Sementara enam bulan berikutnya dilanjutkan pada semester VI dengan lokasi di Jerman.

"Dengan kerja magang ini, kami berharap lulusan SGU akan menjadi lulusan yang siap terjun ke dunia profesional," kata Martin saat membuka acara SGU Goes to Europe di Usmar Ismail Hall, Kuningan, Jakarta, Selasa (22/1/2013).

Ia mengungkapkan bahwa pendekatan pendidikan yang dilakukan oleh SGU ini bertujuan untuk semakin mempererat hubungan multilateral antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jerman dan Pemerintah Swiss. Seperti diketahui, SGU yang berdiri sejak tahun 2000 ini merupakan usaha kerja sama dari empat negara, yaitu Jerman, Swiss, Austria, dan Indonesia, di bidang pendidikan.

"Ini penting bagi perkembangan pendidikan di Indonesia juga. Pendekatan internasional yang ada ini diharap dapat ikut membantu naiknya kualitas pendidikan di Indonesia," ujar Martin.

Dalam kesempatan ini, ia juga berpesan kepada ratusan mahasiswa yang akan merampungkan program kerja magang di berbagai perusahaan besar di Jerman agar mampu menjaga prestasi yang sudah diraih serta menjaga nama baik Indonesia di mata dunia.

"Umumnya mahasiswa kami ketika di sana akan digaji oleh perusahaan dan ketika lulus langsung dipanggil kembali untuk menjadi karyawan tetap. Semoga prestasi ini terus terjaga," tandasnya.



Tak mau ketinggalan informasi seputar pendidikan dan beasiswa? Yuk follow Twitter@KompasEdu!

sumber :http://edukasi.kompas.com
Editor :
Caroline Damanik

 

Browser

Messaging And Chatting